Tata Cara Pelaksanaan Umrah
Okt 12 koma 2010Muhammad Abduh Tuasikal koma MScHaji Umrah8 Komentar
Cara Umroh Ibadah Umroh Tata Cara Umrah Tata Cara Ibadah Umroh Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah
Pertama:
Jika seseorang akan melaksanakan umrah koma dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub koma memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihramtitik
Kedua:
Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundaktitik Adapun bagi wanita koma ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnyatitik Namun t komaak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan t komaak dibolehkan memakai sarung tangantitik
Ketiga:
Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah)titik
Keempat:
Jika khawatir t komaak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain koma maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan koma
اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
“Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah koma tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku)titik
Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji– koma jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya koma maka dia diperbolehkan bertahallalul dan t komaak wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing)titik
Kelima:
T komaak ada alat khusus untuk berihram koma namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib koma maka shalatlah lalu berihram setelah shalattitik
Keenam:
Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga) koma dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini koma sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك
“Labbaik Allahumma labbaiktitik Labbaik laa syariika laka labbaiktitik Innalhamda wan ni’mata koma laka wal mulk koma laa syariika lak”titik (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah koma aku menjawab panggilan-Mu koma aku menjawab panggilan-Mu koma tiada sekutu bagi-Mu koma aku menjawab panggilan-Mutitik Sesungguhnya segala pujian koma kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu koma tiada sekutu bagi-Mu)titik
Ketujuh:
Jika memungkinkan koma seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkahtitik
Kedelapan:
Masuk Masj komail Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masj koma:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَtitik
“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah koma bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)titik[1]
Kesembilan:
Menuju ke Hajar Aswad koma lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnyatitik Jika t komaak memungkinkan untuk menciumnya koma maka cukup dengan mengusapnya koma lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswadtitik Jika t komaak memungkinkan untuk mengusapnya koma maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan koma namun t komaak mencium tangan yang memberi isyarattitik Ini dilakukan pada setiap putaran thawaftitik
Kesepuluh:
Kemudian koma memulai thawaf umrah 7 putaran koma dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pulatitik Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhirtitik
Kesebelas:
Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaftitik Namun t komaak dianjurkan mencium rukun Yamanititik Dan apabila t komaak memungkinkan untuk mengusapnya koma maka t komaak perlu memberi isyarat dengan tangantitik
Keduabelas:
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad koma disunnahkan membaca koma
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Robbana aatina f koma dunya hasanah koma wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami koma karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka)titik (QStitik Al Baqarah: 201)
Ketigabelas:
T komaak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf koma selain yang disebutkan pada notitik 12titik Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia sukatitik
Keempatbelas:
Setelah thawaf koma menutup kedua pundaknya koma lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca koma
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QStitik Al Baqarah: 125)titik
Kelimabelas:
Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2] koma pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah koma membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah koma membaca surat Al Ikhlastitik[3]
Keenambelas:
Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannyatitik
Ketujuhbelas:
Kembali ke Hajar Aswad koma bertakbir koma lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanyatitik
SA’I UMRAH
Kedelapanbelas:
Kemudian koma menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa koma membaca koma
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QStitik Al Baqarah: 158)titik
Lalu mengucapan koma
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
“Nabda-u bimaa bada-allah bih”titik
Kesembilanbelas:
Menaiki bukit Shafa koma lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan— koma kemudian membaca:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar koma Allah Mahabesar koma Allah Mahabesartitik (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata koma t komaak ada sekutu bagi-Nyatitik Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nyatitik Dia yang mengh komaupkan dan yang mematikantitik Dia Mahakuasa atas segala sesuatutitik
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah sematatitik Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya koma menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendiriantitik”[4]
Keduapuluh:
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendakititik
Keduapuluhsatu:
Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwahtitik
Keduapuluhdua:
Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki koma lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinyatitik
Keduapuluhtiga:
Setibanya di Marwah koma kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa koma yaitu menghadap kiblat koma bertakbir koma membaca dzikir pada notitik 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki koma perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putarantitik
Keduapuluhempat:
Kemudian turunlah koma lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari koma lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula koma dengan demikian terhitung dua putarantitik
Keduapuluhlima:
Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwahtitik
Keduapuluhenam:
Ketika sa’i koma t komaak ada dzikir-dzikir tertentu koma maka boleh berdzikir koma berdo’a koma atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendakititik
Keduapuluhtujuh:
Jika membaca do’a ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku koma ampuni dan rahmatilah akutitik Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah) koma t komaaklah mengapa karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’ititik
Keduapuluhdelapan:
Setelah sa’i koma maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul koma dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhaltitik Adapun bagi wanita koma cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jarititik
Keduapuluhsembilan:
Setelah memotong atau mencukur rambut koma maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihramtitik
Demikianlah ringkasan amalan umrah yang merupakan faedah dari Buku “Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah” koma penulis Abu Abdillah koma terbitan Darul Falahtitik
Preparing one day before umroh koma 4 Dzulqo’dah 1431 H koma in King Saud University koma Riyadh koma KSA
Muhammad Abduh Tuasikal
wwwtitikrumayshotitikcom
[1] Do’a masuk masj koma dan keluar masj koma sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’ koma:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَtitik وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masj koma koma maka ucapkanlah koma ‘Allahummaftahlii abwaaba rohmatik’ (Ya Allah koma bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu)titik Jika keluar dari masj koma koma ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah koma aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu)titik” (HRtitik Muslim notitik 713)
[2] Yang dimaksud Maqam Ibrahim koma yaitu tempat berdiri Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika membangun Ka’bah koma bukan kuburan beliautitik Shalat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisinya memungkinkantitik Adapun jika t komaak memungkinkan karena dipadati oleh orang-orang yan thawaf atau yang mengerjakan shalat koma maka boleh shalat di tempat mana pun di dalam Masj komail Haramtitik
[3] Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan koma
فجعل المقام بينه وبين البيت [ فصلى ركعتين : هق حم ] فكان يقرأ في الركعتين : ( قل هو الله أحد ) و ( قل يا أيها الكافرون ) ( وفي رواية : ( قل يا أيها الكافرون ) و ( قل هو الله أحد
“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah koma lalu beliau laksanakan shalat dua raka’attitik Dalam dua raka’at tersebut koma beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun)titik Dalam riwayat yang lain dikatakan koma beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas)titik” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam koma haltitik 56)
Okt 12 koma 2010Muhammad Abduh Tuasikal koma MScHaji Umrah8 Komentar
Cara Umroh Ibadah Umroh Tata Cara Umrah Tata Cara Ibadah Umroh Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah
Pertama:
Jika seseorang akan melaksanakan umrah koma dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagaimana seorang yang mandi junub koma memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihramtitik
Kedua:
Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihran yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundaktitik Adapun bagi wanita koma ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnyatitik Namun t komaak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan t komaak dibolehkan memakai sarung tangantitik
Ketiga:
Berihram dari miqat untuk dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“labbaik ‘umroh” (aku memenuhi panggilan-Mu untuk menunaikan ibadah umrah)titik
Keempat:
Jika khawatir t komaak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain koma maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat di atas dengan mengatakan koma
اللَّهُمَّ مَحِلِّي حَيْثُ حَبَسْتَنِي
“Allahumma mahilli haitsu habastani” (Ya Allah koma tempat tahallul di mana saja Engkau menahanku)titik
Dengan mengucapkan persyaratan ini—baik dalam umrah maupun ketika haji– koma jika seseorang terhalang untuk menyempurnakan manasiknya koma maka dia diperbolehkan bertahallalul dan t komaak wajib membayar dam (menyembelih seekor kambing)titik
Kelima:
T komaak ada alat khusus untuk berihram koma namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib koma maka shalatlah lalu berihram setelah shalattitik
Keenam:
Setelah mengucapkan “talbiah umrah” (pada poin ketiga) koma dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiah berikut ini koma sambil mengeraskan suara bagi laki-laki dan lirih bagi perempuan hingga tiba di Makkah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَك لَبَّيْكَ ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَك وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَك
“Labbaik Allahumma labbaiktitik Labbaik laa syariika laka labbaiktitik Innalhamda wan ni’mata koma laka wal mulk koma laa syariika lak”titik (Aku menjawab panggilan-Mu ya Allah koma aku menjawab panggilan-Mu koma aku menjawab panggilan-Mu koma tiada sekutu bagi-Mu koma aku menjawab panggilan-Mutitik Sesungguhnya segala pujian koma kenikmatan dan kekuasaan hanya milik-Mu koma tiada sekutu bagi-Mu)titik
Ketujuh:
Jika memungkinkan koma seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkahtitik
Kedelapan:
Masuk Masj komail Haram dengan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masj koma:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَtitik
“Allahummaf-tahlii abwaaba rohmatik” (Ya Allah koma bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)titik[1]
Kesembilan:
Menuju ke Hajar Aswad koma lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnyatitik Jika t komaak memungkinkan untuk menciumnya koma maka cukup dengan mengusapnya koma lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswadtitik Jika t komaak memungkinkan untuk mengusapnya koma maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan koma namun t komaak mencium tangan yang memberi isyarattitik Ini dilakukan pada setiap putaran thawaftitik
Kesepuluh:
Kemudian koma memulai thawaf umrah 7 putaran koma dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pulatitik Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhirtitik
Kesebelas:
Disunnahkan pula mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaftitik Namun t komaak dianjurkan mencium rukun Yamanititik Dan apabila t komaak memungkinkan untuk mengusapnya koma maka t komaak perlu memberi isyarat dengan tangantitik
Keduabelas:
Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad koma disunnahkan membaca koma
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Robbana aatina f koma dunya hasanah koma wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami koma karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka)titik (QStitik Al Baqarah: 201)
Ketigabelas:
T komaak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf koma selain yang disebutkan pada notitik 12titik Dan seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia sukatitik
Keempatbelas:
Setelah thawaf koma menutup kedua pundaknya koma lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca koma
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QStitik Al Baqarah: 125)titik
Kelimabelas:
Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2] koma pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah koma membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah koma membaca surat Al Ikhlastitik[3]
Keenambelas:
Setelah shalat disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepada dengannyatitik
Ketujuhbelas:
Kembali ke Hajar Aswad koma bertakbir koma lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanyatitik
SA’I UMRAH
Kedelapanbelas:
Kemudian koma menuju ke Bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i umrah dan jika telah mendekati Shafa koma membaca koma
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Innash shafaa wal marwata min sya’airillah” (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah) (QStitik Al Baqarah: 158)titik
Lalu mengucapan koma
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
“Nabda-u bimaa bada-allah bih”titik
Kesembilanbelas:
Menaiki bukit Shafa koma lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya—jika hal itu memungkinkan— koma kemudian membaca:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ (3x)
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Allah Mahabesar koma Allah Mahabesar koma Allah Mahabesartitik (3x)
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata koma t komaak ada sekutu bagi-Nyatitik Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nyatitik Dia yang mengh komaupkan dan yang mematikantitik Dia Mahakuasa atas segala sesuatutitik
Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah sematatitik Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya koma menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendiriantitik”[4]
Keduapuluh:
Bacaan ini diulang tiga kali dan berdoa di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendakititik
Keduapuluhsatu:
Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwahtitik
Keduapuluhdua:
Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang beada di Mas’a (tempat sa’i) bagi laki-laki koma lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinyatitik
Keduapuluhtiga:
Setibanya di Marwah koma kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa koma yaitu menghadap kiblat koma bertakbir koma membaca dzikir pada notitik 19 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki koma perjalanan (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putarantitik
Keduapuluhempat:
Kemudian turunlah koma lalu menuju ke Shafa dengan berjalan di tempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari bagi laki-laki di tempat yang ditentukan untuk berlari koma lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula koma dengan demikian terhitung dua putarantitik
Keduapuluhlima:
Lakukanlah hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwahtitik
Keduapuluhenam:
Ketika sa’i koma t komaak ada dzikir-dzikir tertentu koma maka boleh berdzikir koma berdo’a koma atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendakititik
Keduapuluhtujuh:
Jika membaca do’a ini:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ الأَعَزُّ الأَكْرَمُ
“Allahummaghfirli warham wa antal a’azzul akrom” (Ya Rabbku koma ampuni dan rahmatilah akutitik Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa dan Maha Pemurah) koma t komaaklah mengapa karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya mereka membacanya ketika sa’ititik
Keduapuluhdelapan:
Setelah sa’i koma maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul koma dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhaltitik Adapun bagi wanita koma cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jarititik
Keduapuluhsembilan:
Setelah memotong atau mencukur rambut koma maka berakhirlah ibadah umrah dan Anda telah dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihramtitik
Demikianlah ringkasan amalan umrah yang merupakan faedah dari Buku “Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah” koma penulis Abu Abdillah koma terbitan Darul Falahtitik
Preparing one day before umroh koma 4 Dzulqo’dah 1431 H koma in King Saud University koma Riyadh koma KSA
Muhammad Abduh Tuasikal
wwwtitikrumayshotitikcom
[1] Do’a masuk masj koma dan keluar masj koma sebagaimana terdapat dalam hadits Abu Sa’ koma:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَtitik وَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Jika salah seorang di antara kalian memasuki masj koma koma maka ucapkanlah koma ‘Allahummaftahlii abwaaba rohmatik’ (Ya Allah koma bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu)titik Jika keluar dari masj koma koma ucapkanlah: ‘Allahumma inni as-aluka min fadhlik’ (Ya Allah koma aku memohon pada-Mu di antara karunia-Mu)titik” (HRtitik Muslim notitik 713)
[2] Yang dimaksud Maqam Ibrahim koma yaitu tempat berdiri Nabi Ibrahim ‘alaihis salam ketika membangun Ka’bah koma bukan kuburan beliautitik Shalat di belakang Maqam Ibrahim jika kondisinya memungkinkantitik Adapun jika t komaak memungkinkan karena dipadati oleh orang-orang yan thawaf atau yang mengerjakan shalat koma maka boleh shalat di tempat mana pun di dalam Masj komail Haramtitik
[3] Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan koma
فجعل المقام بينه وبين البيت [ فصلى ركعتين : هق حم ] فكان يقرأ في الركعتين : ( قل هو الله أحد ) و ( قل يا أيها الكافرون ) ( وفي رواية : ( قل يا أيها الكافرون ) و ( قل هو الله أحد
“Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah koma lalu beliau laksanakan shalat dua raka’attitik Dalam dua raka’at tersebut koma beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun)titik Dalam riwayat yang lain dikatakan koma beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas)titik” (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam koma haltitik 56)










0 Komentar untuk "Tata Cara Pelaksanaan Umrah http://www.ibadahumroh.id"